Rahasia Ilmiah Mudah Agar Anda Dapat Bertambah Tinggi 2 cm s/d 10 cm Meski Sudah Berumur 35 Tahun Dalam Waktu 4 Bulan?

Rabu, 08 Juni 2011

Sst, Ini Rahasia Nikmatnya Ciuman


INILAH.COM, Jakarta - Bagi sebagian besar orang, ciuman memiliki jutaan rasa. Dari sisi ilmiah, ini adalah sisi positif evolusi manusia. Ingin tahu rahasia di balik gairah sepasang bibir?

Asal usul ciuman tidak pernah diketahui. Tapi, beberapa ilmuwan menduga tindakan ini merupakan praktek evolusi dari ritual pemberian makanan dari seekor ibu hewan dengan anaknya.

Ibu akan mengunyah dan menghancurkan makanan sebelum diteruskan secara langsung ke keturunan mereka dengan mulut. Gerakan ini tumbuh menjadi tanda universal bagi cinta dan kasih sayang.

Dalam buku The Science of Kissing: What Our Lips Are Telling Us yang ditulis oleh Sheril Kirshenbaum dan antropolog Rutgers University Helen Fisher menyebutkan ciuman berevolusi untuk memenuhi tiga kebutuhan penting yaitu dorongan seksual, romantisme cinta dan penambahan perasaan.

Ciuman romantis mengambil tempat 90% dari budaya manusia. “Ini membantu manusia menemukan pasangan, berkomitmen dengan satu orang dan membantu pasangan mempertahankan hubungan hingga memiliki keturunan,” tulis Kirshenbaum.

Penelitian menunjukkan ciuman juga meningkatkan level neurotransmitter seperti dopamin, unsur yang terlibat dalam hasrat dan keinginan, dan serotonin, unsur yang meningkatkan perasaan positif dan memicu perasaan obsesi kepada pasangan.

Ciuman juga menyebabkan lonjakan oksitonin, sering dikenal sebagai hormon cinta yang muncul selama orgasme. Hormon oksitonin muncul pula pada keterikatan orangtua dan anak.

“Apa yang saya temukan sangat menarik terkait bahan kimia dalam tubuh berhubungan dengan perasaan jatuh cinta,” ujar Kirshenbaum.

Tentu saja, terkadang ciuman tidak berjalan dengan baik saat terjadi pada seseorang di kontak fisik pertama. Merujuk pada penelitian psikolog evolusi University of Albany, 59% pria dan 66% perempuan mengaku akhiri hubungan setelah tidak nyaman ciuman dengan pasangan. [vin/ast]

0 komentar:

Poskan Komentar